30 Desember 2014

Family Gathering at Tanjung Lesung Beach Hotel

November 2014

Masih sangat terlalu pagi untuk bangun, lagipula sekarang hari sabtu, seharusnya kantor libur kecuali saya masuk lembur. Kemalasan ini dilawan sekuat mungkin dengan motivasi liburan yang menyenangkan ke Tanjung Lesung, Banten. Ya, hari ini kami berangkat untuk family gathering ke Tanjung Lesung. Yeeiiii….

Pagi ketika tiba di kantor, kami sudah disibukkan dengan mengangkut barang bawaan dan konsumsi ke dalam bagasi bus. Berdasarkan pada instruksi sang komandan (Pak Pramono), semua kru terlihat bersemangat. Molor sekitar 30 menit dari rencana keberangkatan jam 07.00 wib.

Menggunakan dua buah bus ukuran besar, kami bertolak ke Tanjung Lesung. Tidak ada gitar ataupun gendang yang menemani selama perjalanan, membuat perjalanan menjadi membosankan. Sebagian besar waktu dihabiskan dengan tidur karena jadwal tidur yang tersita tadi malam. Perjalanan yang biasa saja, tak ada yang menarik sepanjang perjalanan. Hanya candaan kecil sebagai hiburan. Sampai kami diturunkan di resort.

Kami disambut oleh beberapa orang berpakaian (tidak berbaju) ala Hawaii, dan lebih penting lagi welcome drinknya. Sebelum memulai liburan di resort ini, kami melaksanakan ritual wajib terlebih dahulu yaitu tarian hula-hula hoop. Pak Pramono terlihat sangat antusias dan menari di depan seolah-olah mengerti semua gerakan. Beliau sangat berbeda dari seperti yang biasa kami lihat di kantor (di kantor: dingin dan menikam). Sempat bertanya, kegilaan apalagi selanjutnya yang akan beliau perbuat? Kita tunggu…


Tak sempat menjadi “gila”, setelah check in beberapa menit, Pak Pramono ijin check out dikarenakan anaknya sakit lagi setelah sebelumnya hampir sembuh. Sangat disayangkan, seorang koordinator utama liburan, yang selalu sibuk menyiapkan segala hal tentang liburan, harus pulang lebih awal. Sedihnya seperti babak eliminasi. Selamat tinggal Pak Pram, terimakasih atas persiapan liburannya.

Tanjung Lesung Beach Hotel
Hari pertama, ada beberapa jadwal lomba yang harus kami mainkan. Diantaranya adalah Treasure Hunt (berburu harta karun) dan Message in the plate (pesan di dalam piring). Permainan pertama dipandu oleh saya sendiri dan dibantu oleh beberapa rekan-rekan sejawat.

Game Treasure Hunt adalah sebuah permainan dimana peserta yang dibagi menjadi beberapa kelompok diwajibkan mengumpulkan potongan kertas yang berisi poin sebanyak mungkin untuk menjadi pemenang. Potongan kertas berisi poin yang disembunyikan di sekitar arena permainan yang harus mereka cari. Kejelian mata dan keberuntungan sangat menentukan siapa yang juara.

Game kedua adalah game injak balon. Permainan berpasangan dengan kaki terikat tali dan balon dan berusaha sekuat tenaga untuk memecahkan balon pasangan lawan lainnya. Sofian dan Pak Slamet menjadi pemenangnya.
Peserta injak Balok
Setelah game Treasure Hunt selesai, hujan turun tanpa aba-aba mengguyur Tanjung Lesung Beach Hotel dan sekitarnya. Game kedua terpaksa kami batalkan karena tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Pikir-pikir terlanjur basah, ya sudah mandi sekali (seperti lagu dangdut). Masih ada game di kolam renang yang bisa dimainkan dan tidak perlu menunggu hujan reda.

Pingpong Race Pool

Ballon taping race
Game pertama di kolam renang yaitu Pool Treasure Hunt, lagi-lagi memburu harta karun, tapi kali ini di dalam kolam renang. Memang semua penggila harta (bukan penggila wanita). Harta karun di kolam renang berupa kelereng yang di tebarkan seperti memberi makan ikan lapar. Tugas peserta adalah mengumpulkan kelereng sebanyak mungkin. Permainan yang seharusnya individu, dicurangi dengan permainan berkelompok. ya sudahlah, itu bakat mereka.

Game ke dua adalah Ballon Taping Race. Menggiring balon tanpa disentuh, ajaib nian. Kalau game yang ini, tim saya (nobel, mas dewo dan Andi) yang jadiiiiiii……. Juaranya……. (malaikat juga tahu).

Game ke tiga gak usah disebutkan, karena saya dan tim gagal total. Sialan…

Setelah badai berlalu, kami melanjutkan main sepak bola di mini soccer field resort Tanjung Lesung sampai tepar.

Malam hari…

Setelah santap malam dan ramah tamah, ternyata masih ada dua game lagi. Hadiah masih banyak menanti. Game berebut kursi dan game Samson vs Delilah menghangatkan suasana malam. Tambah panas ketika fire dance performance dari kru Tanjung Lesung Beach Hotel berlangsung.

Sinar cinta
Kecewa, karena joged dangdut hanya berlangsung sesaat. Padahal belum sempat colek biduannya. Terpaksa saweran pecahan seratus ribu saya simpan lagi. Anda belum beruntung, bid. Sampai kita berjumpa lagi, semoga besok kamu masih belum terlalu tua untuk bergoyang.

Meskipun badan sudah capek dan pegel karena seharian bermain, sayang rasanya datang kesini hanya untuk tidur. Kamipun (anak-anak muda dan jomblo) berkaraoke di cottage Pak Wagimin yang kebetutulan sengaja membawa alat karaokenya. Lagu patah hati dari Sofian, Aldo dan Leo membuat mata saya mengantuk. Ah sudahlah…. Memang kalau yang nyanyi itu jomblo, lagu patah hatinya meresap banget, feelnya dapat.

Hari ke dua…

Karena tidur kemalaman, engineer cowok yang tinggal satu cottage tidak ada yang ikut senam pagi. Ketinggalan momen “Hot” dari Anastasia. Penasaran, seperti apa Hot nya waktu senam, ketika di reka ulang waktu pembagian hadiah di malam harinya, biasa aja tuh. Huuu….

Acara hari ini adalah hiburan laut. Ada snorkeling (yang bikin keling), ada boat pisang, ada jet ski (sayangnya jet ski harus bayar sendiri). Saya lebih memilih snorkeling karena permainan yang lain sudah biasa. Naik boat pisang di sini dengan naik boat pisang di Bali, apa bedanya? Sedangkan snorkeling tidaklah selalu sama. Keindahan bawah laut di setiap tempat itu unik. Namun sayang, di Tanjung Lesung tidak sebagus Pulau Tidung, Pulau Harapan, atau Pulau Pramuka.

Sekian liburan singkat kami, semoga liburan ini menjadi kenangan yang tak terlupakan diantara kenangan lainnya.
Keluarga Besar PCE 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah meninggalkan komentar.